Petani Muda Bantul Tetap Berproduksi Saat Pandemi Corona

 Uncategorized

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia ( PETANI ) Kabupaten Bantul – Daerah Istimewa Yogyakarta Ferdinand. S. P. Tobing pada Minggu lalu Rabu (06/05/2020) saat ditemui wartawan sedulurnyeni menyampaikan “sesuai anjuran Pemerintah Pusat beberapa bulan yang lalu mengacu instruksi Presiden Bapak H. Ir. Joko Widodo pada Instruksi Presiden Nomor : 4 Tahun 2020 Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi, Anggaran, Serta Pengadaan Barang Dan Jasa Dalam Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19 ) dengan menganjurkan seluruh Warga Negara Indonesia untuk belajar, bekerja, dan beribadah dirumah saja agar memutus penyebaran virus covid-19 tersebut, dan mengkonfirmasi ke seluruh Pengurus dan Anggota untuk tetap dirumah saja serta mematuhi aturan – aturan yang berlaku dari Pemerintahan baik Pemerintahan Pusat maupun Pemerintahan Daerah.”

Ferdinand mengatakan “kepada Pengurus maupun Anggota jika ke lahan atau produksi tetap menggunakan masker dan selalu cuci tangan terlebih dahulu”
Bendahara DPC PETANI Kabupaten Bantul “agar Kita tetap menjaga ketahanan pangan yang dikerjakan dengan Pembesaran Lele baik dengan sistem Kolam maupun dengan sistem
Bioflok penggunaan dengan drum bekas yang didaur ulang serta bercocok tanam Lidah Buaya dan Kunyit di dalam Tabulampot “.
Begitu juga Endang Susiantini selaku Wakil Ketua DPC PETANI Kab. Bantul menyampaikan “tetap berproduksi dengan panen cabe rawit dan cabe keritingnya yang sudah ada kerja samanya dengan Warung Makan Super Sambel ” SS ” jalan Parangtritis, Kab. Bantul yang dipromosikan oleh Bapak Ferdinand untuk memenuhi kebutuhan pokok warung nya”.

“bahwa cabe rawit dan cabe keritingnya milik Ibu Endang sangat bagus kualitasnya dan bentuknya juga besar berbeda dengan sebelumnya,cabe – cabenya tersebut dan dapat langsung dipetik dari bentuk cabe – cabenya yang bagus dan terjaga” tutur menejer SS.

“Kegiatan bulan April lalu dengan acara Pelatihan Pembuatan Es Cendol Dan Stik yang terbuat dari Tanaman Lidah Buaya.
Petani tetap berproduksi dan menjaga kestabilan ketahanan pangan seperti yang dilakukan saat ini dengan pembesaran ikan lele serta ikan nila yang siap untuk digunakan konsumsi masyarakat.” pungkas Ketua DPC PETANI.

(Fer)


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan