WORKSHOP IKAT CELUP (TIEDYE)

 Seni

SEDULURNYENI.COM – Ikat celup merupakan teknik mewarnai kain melalui pembutan ikatan tertentu, yang kemudian di celup dalam cairan pewarna. Di Indonesia sendiri teknik ini dikenal dengan beberapa nama seperti, Kain Pelangi (Palembang), Jumputan (Jawa), Sasirangan (Banjarmasin). Diluar negeri seperti di Jepang teknik Ikat Celup di sebut Shibori. Bila dalam proses Batik untuk mernghasilkan motif dan paduan warna di perlukan perintang malam, sedangkan dalam ikat celup untuk mengasilkan motif dan warna tali digunakan sebagai perintangnya.

Ikat celup terdiri dari 3 teknik dasar yaitu

  1. Teknik ikat

Teknik ini dimaksudkan untuk membuat ikatan di beberapa bagian yang di inginkan. Bagian kain yang di ikat nantinya akan membentuk motif tertentu.

  1. Teknik lipit

Merupakan proses melipat kain untuk menimbulkan efek lipatan pada permukaan kain.

  1. Teknik jelujur

Merupakan proses membentuk motif dengan cara menjelujur menggunakan benang dan jarum sesuai dengan motif yang telah di gambar di atas kain.

Proses dalam ikat celup ini meliputi: penyiapan kain dan di ikat sesuai dengan teknik dan motif yang diinginkan. Siapkan warna sesuai kebutuhan. Gunakan remasol (pewarna tekstil) secukupnya lalu tambahkan air.  Bila ingin membuat warna muda maka tambah jumlah air. Sedangkan untuk warna yang lebih tua kurangi jumlah air. Selanjutnya adalah menyiapkan waterglass di dalam ember, lalu kain yang telah di ikat di rendam di dalam ember waterglas hingga meresap. Tiriskan lalu mulailah memberi warna sesuai dengan yang inginkan. Setelah menyelesaikan proses warna diamkan selama 30 menit, setelah didiamkan cuci kain dengan air bersih, kemudian di jemur.

Workshop ini diadakan pada hari minggu, tanggal 19 Januari 2020 oleh Sanggar Anak Bentang (dengan akun IG @sanggar.anak.bentang) yang beralamat di Dukuh Sukorame RT 27/08, Karang, Delanggu, Klaten. Pendiri sanggar ini adalah Novita Wahyuningsih, dia adalah seorang staff pengajar di Seni Rupa Murni FSRD UNS dengan bidang keahlian Keramik. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa media tekstil pun bisa dijadikan sebagai media ekspresi , di mana di dalam pengembangannya bisa diaplikasikan untuk interior maupun fashion. Pada workshop kali ini di ikuti oleh 20 peserta dari kota klaten dan sekitarnya (usia SD-Umum).   Dengan workshop ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kreatifitas dan jiwa entrepreneur yang  handal, sehingga bisa membuka peluang usaha dan meningkatkan ekonomi kreatif di kota klaten pada umumnya dan di Desa Karang pada khususnya.(Novita)


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan