Wabah Dalam Pameran Seni Rupa Hijrah Bukan Corona

 Seni

SEDULURNYENI.COM – Yogyakarta (18/3) ditengah maraknya berita tentang Virus Corona yang bisa di sebut “Wabah dalam dunia kesehatan” hingga hampir semua orang dibuat terkuras energinya oleh si’ Corona” namun Pameran Seni Rupa bertajuk HIJRAH telah terselenggara di Kersan Art Studio dibuka oleh Alek Lutfi 18 Maret berlangsung hingga 20 Maret 2020  ada satu patung berjudul ” Wabah ” Karya Elliassak media marble berukuran 27x27x17 cm bukan Wabah Corona yang dimaksud.

Saat ditemui jurnalis sedulurnyeni.com Alliassack menjelaskan bahwa wabah yang dimaksud adalah wabah ilmu yang didapat di Indonesia mengenai seni patung khususnya media batu dan kayu, Ilmu yang di dapat dalam proses nyantrik di studio kandang banyak bersama Nugroho Hoho merupakan wabah ilmu seni yang harus ditularkan atau di siarkan kepada semua orang, Alliassak tertular Wabah Ilmu Seni Patung Batu dari Sang Mentor Nugroho Hoho, dengan menunjukan karyanya yang berkonsep religi tersebut.

Berbeda dengan Myra Dilaila menggunakan bahan kayu jati dan kulit jagung dieksplor sedemikian rupa menjadi bunga matahari. Lyra mengangkat tema alam atas keprihatinanya terhadap perusakan alam diantaranya penebangan pohon-pohon atau hutan.

Nor Naziroh menggunakan media kayu dalam patungnya tampak kemampuan tekniknya tinggi, terlihat bentuk satu ke bentuk lainya seperti disambung, Nur Naziroh sepertinya mengkolaborasikan teknik las dalam berkarya. Dalam penuturanya Nor Naziroh memang sangat ahli dalam pembuatan patung dengan media besi dan logam, orang tuanya di malaysia mempunyai industri las. Dalam karyanya yang berjudul “JIM ” bahan kayu jati tampak atraktif dan religius secara konsep.

Abdi Setiawan dan Nugroho Hoho sebagai Seniman Patung yang ketiban sampur menjadi mentor Ke 5 Mahasiswa Residensi dari Malaysia ini mempunyai cara yang sama dalam membimbingnya, yaitu mengajak mereka terlebih dahulu menganal alam sekitar jogja dan berkunjung ke studio seniman sesepuh, dan mengajak refresing mancing, barilah mulai berkarya.

Alek Lutfi menutup wawancara dengan sedulurnyeni merasa senang dan bangga atas karya mereka berlima sangat bagus, media yang digunakan adalah media baru bagi ke 5 mahasiswa Malaysia tersebut, mereka rata-rata terbiasa dengan media besi.
Secara keseluruhan karya mereka hebat sangat religius, Sangat Islami.Selamat dan sukses kepada Ammar,Elliassack, Aqil Mahmod, Nor Naziroh dan Myra Dilaila.Sukoco Hayat/ Sedulurnyeni.


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan