Ujian Koreografi Lingkungan Sai Agung

 Seni

ESEDULURNYENI.COM – Rabu 4 desember 2019, pukul 16.30 WIB bertempat di Ngijo, Bangunharjo, Sewon, Bantul.Tepatnya di samping angkringan gulo jowo terlihat beberapa mahasiswa/i yang sedang asyik menyaksikan salah satu ujian Koreografi Lingkungan yang di garap oleh Wazir, Irma, dan Yudhi.

(kiri Wazir, tengah Irma, kanan Yudhi. Dok Muwa)

Tema yang mereka ambil yaituTapis Sai Agung, Agung Sai Wawai dengan judul Sai Agung.Koreografi lingkungan merupakan salah satu mata kuliah yang ada di JurusanTari setiap semester 5.Dalam koreografi lingkungan ini mahasiswa/i dibagi menjadi 3 orang dalam setiap kelompoknya.

Mahasiswa/i diberikan kebebasan untuk mengekspresikan diri lewat karya yang mereka buat dengan lokasi paling jauh 5km dari kampus.

Penari-penari yang ikut terlibat membantu karya Sai Agung yaitu Wazir, Irma, Yudhi, Rahma, Yuliana, Nikita, Shinta, Prima, Fitri. Pemusik Fasha, Ari, Danu, Wahyu, Rifki, dan Andi.

                                                            (Sai Agung. Dok Muwa)

Salah satu koreogrfer Sai Agung yang bernama Wazir mengatakan “kami mengangkat tradisi Lampung yang paling menonjol disetiap tempat, sore-sore biasanya banyak ibu-ibu yang sedang menapis atau menyulam tapis, oleh karena itu kami mengambil temanya tapis, akan tetapi kami mengambil dari filosofinya. Karena kalau untuk proses menapisnya mungkin sudah biasa.Filosofinya yaitu hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia”

Selain mahasisa/i yang ikut menyaksikan, dosen-dosen juga ikut menghadiri ujian koreografi lingkungan ini, diantarnya Pak Iwan, Pak Bambang, Pak Hendrodan Pak Bowo.

                                                            (Sai Agung. Dok Muwa)

Panas sorepun terlihat dalam salah satu foto yang memberi suasana menjadi semakin hidup. Sama seperti yang dikatakan oleh salah satu koreografer yang bernama Wazir , kebiasaan setiap sore ibu-ibu, dan pas sekali suasana sorenya sangat mendukung, dan membuat semua yang meononton juga ikut menikmatinya.

Dengan adanya koreografi lingkungan ini, mahasiswa/i diharapkan semakin kreatif untuk mengolah ruang yang ada untuk dijadikan sebagai tempat pertunjukan. Belajar kerjasama dalam tim, dan selalu ingin terus berkarya.Muwa/sedulurnyeni


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan