“TUHAN BERSAMA ORANG YOI”JOGJA EXHIBITION ROADSHOW ARTFAIR DAGEN 2019

 Seni

SEDULURNYENI.COM – Setiap masalah Seni selalu ada jalan keluarnya. Kita tidak perlu mengeluh atas segala sesuatu sebagai kendala. Namun setiap kendala Seni adalah sesuatu yang menyenangkan karena itu adalah pengetahuan dan pembelajaran bagi orang yang hidup. Maka kita katakan “Tuhan bersama orang Yoi”. Apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi kendala itu maka kita katakan Yoi, dan kita percaya kendala akan terus menghampiri lagi maka kita akan Yoi.

Intinya berkesenian itu harus dihadapi dengan menebar senyum kebahagiaan, santai, menyenangkan, semangat, sehingga seniman merasakan kebahagian itu sampai kepada penikmat karya yang dipamerkannya. Bukan hanya karya yang bagus, enak dipandang mata, namun cita rasa, wawasan dan bahasa apresiator terwakilkan dalam karya yang terpajang. Sehingga ada yang menghibur dan ada yang terhibur, menjalin hubungan sebab akibat saling membutuhkan menjadi kesadaran bersama.

Dengan demikian itu sadar bahwa Tuhan Bersama Orang Yoi. Untuk itu bagi seniman yang memiliki kesadaran sebab akibat dari karya yang diciptakannya menebarkan nilai kedamaian kemerdekaan dan kebaruan. Di sanalah kita katakan Yoi.

 Jogja Exhibition RoadShow

Pameran seni rupa yang selama ini dilakukan oleh seniman umumnya dilaksanakan dalam gedung, tidak banyak dilakukan diluar gedung atau di alam terbuka. Alasan karena keamanan karya, teknis ribet, dan faktor cuaca hujan, terik matahari dan prakteknya harus angkat junjung yang beresiko terhadap keselamatan karya. Resiko itulah yang menjadi tantangan dalam pameran di luar ruangan. Berbagai masalah tentu ada jalan pemecahannya, tidak perlu takut dengan kendala, susungguhnya hal sederhana. Ketakutan dan kerumitan itu karena personalnya sendiri yang menjadikan segala sesuatu itu ribet atau mudah. Tinggal bagaimana kita mengantisipasinya dengan menikmati sebuah proses dalam melakukan tantangan tersebut.  

Hal ini memang tidak mudah bagi seniman yang tidak memiliki tim yang solid apalagi event ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dalam membiayai terbentuknya sebuah tim hingga terselenggara sebuah event yang direncanakan. Namun tidak pula khawatir ketika sebuah tim terbentuk karena kesadaran seniman terhadap pentingnya kebersamaan, kerja kolektif. Kalau tidak, produksi event ini kemudian menjadi diambil alih oleh rumah produksi seni. Dalam rumah produksi inilah yang memiliki tim indevenden mengatur segala sesuatu untuk kebutuhan event. Seniman tinggal menyiapkan dana untuk produksinya, membiayai rumah produksi. Maka terterselengaralah event seperti yang diiginkan.

Membangun kesadaran kerja kolektif dijaman sekarang adalah sesuatu yang sungguh memiliki nilai artistik super, membangunkan keindahan komunal. Sesungguhnya kerja kolektif seperti gotong-royong itu budaya bangsa yang dimiliki kita, namun seperti menjadi asing bagi kondisi saat ini. Karena waktu dan kebutuhan domestik menuntut profesional menyesuaikan keinginan jamannya. Namun kemudian keindahan komunal itu dirindukan orang yang telah malang-melintang dalam kehidupan individualistis dan tersentuh oleh rasa humanismenya. Menjadikan kesan bahwa ketika dapat melakukan keja kolektif, dirinya masih merasakan sebagai manusia bukan robot.

Selain itu ada kebosanan dan kejenuhan atas kebiasaan yang monoton ketika pameran seni rupa selalu menunjukkan pada ruangan atau pada sebuah gedung, dan kalau bisa gedung yang memiliki pendingin ruangan supaya suhu stabil. Pamerannya juga digelar berhari-hari berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan di satu gedung tersebut. Dengan demikian itu terasa dan nampak seperti event pameran eksklusif. Seniman juga merasa karyanya dihargai, diperlakukan dengan eksklusif. Dengan harapan karya yang ditampilkan memiliki nilai eksklusif juga memunculkan nominal yang tinggi dari harga karyanya.

Keadaan atau situasi eksklusif terkadang berbalik. Bisa jadi karya seni itu lebih bermakna atau muncul kekuatan artistiknya ketika berada di luar ruangan atau di alam terbuka. Tidak mesti juga menentukan nilai nominal yang murah, karena alasan karya dipajang di luar ruangan. Karya yang baik akan tetap indah, Sebuah karya tidak juga selayaknya selalu diagungkan selamanya, abadi dan terus terpelihara fisiknya. Ada inprastruktur lain yang dapat menggantikannya, mungkin teknologi dapat membantu dalam mengangkat nilai artistik yang tersimpan dalam sebuah karya. Meskipun tidak akan sama dengan nilai fisik karya. Setidaknya perkembangan itu tetap akan berjalan menghampiri dan meninggalkan kita.

Tentu saja keadaan yang terus berubah jaman yang menuntut percepatan dalam segala hal ini tidak mungkin dilawan dengan statis dan apriori. Lalu melakukan hal yang telah usang, memeliharanya terus menerus. Ada baiknya yang lalu biarlah dirawat dan dilestarikan oleh mereka yang tetap mencintai masa lalu tersebut. Perubahan harus beriringan dengan sikap melayani kebaikan-kebaikannya.

Gagasan Exhibition Roadshow muncul dari kejenuhan hiruk pikuk lalulintas pameran seni rupa yang di gelar di Yogyakarta. Berpikir bahwa pameran itu tidak harus berlama-lama, maksimal satu hari atau hanya beberapa jam saja di satu tempat terbuka atau bahkan hanya beberapa menit saja. kemudian bisa berpindah-pindah melihat situasi dan kondisi. Seperti halnya keinginan yang serba cepat, begitupun informasi dan teknologi yang berkembang begitu cepat.

Tidak mungkin kencangnya laju teknologi dan kebutuhan ekspresi dilawan atau hanya menjadi tontonan. Sementara hampir semua orang memanfaatkan fasilitas tersebut serta mengikuti laju percepatan langkah-langkahnya.      

Mengapa ArtFair? Jelas ini berjualan karya seni, bukan Pameran sebagai ruang berlindung pada kalimat tersebut yang menjual wacana, padahal sesungguhnya sedang berdagang, menjajakan karya seni.

Yogyakarta, 25 Juli 2019, Sunda Wiwitan. Jajang R Kawentar/ sedulurnyani


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan