Terinspirasi dari Seni Kokedama Asal Jepang, Sumarsi Berhasil Bikin Usaha Mandiri

 Seni

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Berawal dari membantu tugas sekolah sang buah hati, Sumarsi (52), berhasil menciptakan ruang usaha mandiri. Bernama @shoemanawa, yakni kerajinan tangan mini garden atau pot-pot tanaman kecil berdiameter 10 centimeter (cm), yang ternyata, dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. “Ini dimulai sejak tahun 2016 lalu, berawal dari tugas anak saya yang diminta membuat Mini Garden untuk mata kuliah kewirausahaan,” katanya kepada TribunSolo.com, Senin (4/3/2019). Lantas inspirasi tersebut terus dikembangkan, kemudian berkembang dengan membuat cover pot dari bahan semen.Tak berhenti di situ saja, pihaknya terus berinovasi, hingga akhirnya mendapat inspirasi dari Kokedama atau seni menanam tanpa pot asal Jepang, dengan memanfaatkan karung goni sebagai bahan pembuat cover pot. Cover pot dari bahan karung goni yang bisa digantung dan untuk hiasan di atas meja. Dan berinovasi kembali, dengan membuat varian cover pot lain lagi dari bahan anyaman mendong.

“Dalam prosesnya pun sebenarnya tidak terlalu sulit, pembuatan cover pot semen memakan waktu sekitar 5-6 hari dan pembeli bisa memesan desain motif sesuai selera,” imbuhnya. Walaupun memang untuk bahan baku karung goni, mendong, dan tali rami sulit didapatkan. Mini Garden berdiameter 30 cm itu dijual seharga Rp 150 ribu dan langsung laku 5 buah. Untuk harga gunny pot baik gantung maupun duduk dijual di harga Rp 18 ribu – Rp 20 ribu. Monokrom semen pot, barrel, maupun woodfiber di harga Rp 25 ribu. Untuk pemasaran, selain dari mulut ke mulut, juga menggunakan sosial media seperti instagram dengan nama akun @shoemanawa. Pemasaran ditangani oleh sang anak, sedangkan dirinya memilih fokus pada produksi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Terinspirasi dari Seni Kokedama Asal Jepang, Sumarsi Berhasil Bikin Usaha Mandiri, http://solo.tribunnews.com/2019/03/04/terinspirasi-dari-seni-kokedama-asal-jepang-sumarsi-berhasil-bikin-usaha-mandiri.
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan