Seni Sebuah Pemberontak Tulisan menjelang PSROO

 Seni

Seni Sebuah Pemberontak
Tulisan menjelang PSROO
di nDalem dJajaningratan
5 – 14 Oktober 2019

SEDULURNYENI.COM – Seni adalah segala upaya upakarti manusia dalam hal keindahan, membuat indah, menjadi indah, memang tidak salah.
Akan tetapi jika seni berhenti didefinisikan demikian tak ubahnya seni itu hanya hasrat pemuas nafsu.
Padahal seni itu suatu gejolak jiwa dan batin, segala uneg-uneg, keresahan jiwa dan kebuntuan pikiran bisa dijebol dipecahkan menjadi sebuah bahasa seni.
“Mengamuk” membabi buta dalam manejemen otak seniman akan berbeda dengan khalayak awam menjadikan pemberontakan amuk seni, tidak anarkis.
Makanya tak heran jika karya seni sekarang terasa menghentak, heboh dan sangat terasa kental bercampurnya tumpahan muntah-muntah imajinatif.
Sehingga diperlukan pemahaman lebih diatas rata-rata penafsiran awan untuk hanya sekedar menikmatinya.

Memang sekarang seni bisa dikatakan tanpa batas, elemen-elemennya bisa bercampur, berkolaborasi dan terjadi interaksi apik.

Semoga tidak sulit memahaminya.
Jika kesulitan mari sama-sama mendekat pada ambulan rumah sakit jiwa. Tujuannya agar secepatnya bisa dibawa ke UGD karena gagal memahami betapa cepatnya progresitas perkembangan seni.

Photo dan narasi
Dodo Alpinistmust Soewarno (26/9/2019)


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan