“SAKTI3030” 3 Nations International Art Exhibition

 Seni

SEDULURNYENI.COM – Seringkali seniman dan karya, kita hanya melihat di penghujung gunung es yang terapung. Namun di belakang tabirnya tersirat berbagai cabaran, berbagai cerita dan berbagai mimpi ngeri. Selalunya peristiwa di belakang tabir ini hilang tanpa kesan. Tiada siapa yang mau ambil peduli. Peristiwa dan cabaran ini jauh dari dunia glamor, sangat menyakitkan, senantiasa kesunyian dan berulang-ulang kejadiannya. Namun dalam keperitan ini berlakunya suatu proses pembikinan karya yang cukup hebat.

Saat ini mari kita berbicara tentang SAKTI3030. Suatu usaha bersama yang dipelopori oleh pelukis Singapura, Abu Jalal Sarimon dan Belinda Chua. SAKTI memberi makna“Keajaiban” “Kuasa” & “Tenaga” (Magic, Power, Energy). 3 elemen utama yang memberi keupayaan untuk seniman berkarya, berkongsi hasil karya dan membawa para pencinta seni lukis ke dunia yang penuh dengan magis, kuasa dan tenaga.

40 seniman dengan 120 karya, dari Singapura, Indonesia dan Filipina tampil kehadapan menyahut cabaran ini. Dari tabir-tabir seni mereka, mereka membawa kedepan karya-karya mereka yang sangat menakjubkan. Dengan ukuran unik 30cm x 30cm, setiap karya dihasilkan dengan penuh teliti, terperinci dan diwarnai dengan warna-warna yang mengasyikkan. Jelas ada mesej di setiap lapisan warna yang terpalit.

Pelukis Abu Jalal Sarimondari Singapura, menampilkan karya mawar merah yang disaluti dengan texture-texture tebal lagi kasar. Dilihat dengan mendalam setiap garisan di lapisan kelopak mawar merah itu seolah-olah membawa para pencinta seni ke dunia romantika yang diselubungi berbagai misteri. Bagai ada mata yang melihat dari celah-celah kelopak bunga.Tatkala kita asyik berbicara kita kadang kala lupa bahawa ada telinga yang mendengar dan ada mata yang meneliti.

Pelukis Indonesia Syis Paindow bagai Pak Dalang bercerita dengan lukisan hyper realisnya. Visual yang cukup hidup membuka jalan cerita tentang kehidupan manusia. Mengajar umat manusia untuk taat pada perintah Tuhan, disiplin dalam kehidupan dan senantiasa hormat pada semua golongan masyarakat. Salah satu karyanya dengan jelas menunjukkan bagaimana lidah dan bibir lebih tajam dan berbisa dari pisau yang baru diasah. Sangat realistik dalam membuat gambaran dan tepat mengujah mesej yang tersirat.

 

Pelukis NiluhSudarti pula menggabungkan 3 karya 30cm x 30cm menjadi satu lukisan vertical 90cm x 30cm, yang dikuasai oleh warna hijau zamrud. Potret Buddha muncul dalam kelam hijau zamrud itu,seolah-olah penjelmaan zatkerohanian, membawaketenangan dalam kemelut dunia hari ini.

Pelukis Ismael Esber dari Filipina pula, tampil dengan lukisan figurative dengan style modern expressionism. Beliau adalah seorang pelukis yang sangat versatile dan punya karakter yang cukup unik. Idea di kepalanya sentiasa bergerak dan jari-jemarinya punya magis untuk melahirkan karya-karya yang cukup berkesan dan pemilihan warna yang sangat tepat. Melihat pada karyanya kita seolah-olah di bawa kesebuah alam yang cukup sempurna dengan wanita tanpa sehelai urat benang melambai-lambai dengan bentuk tubuh badan yang menyenangkan panca indera. Walau karyanya memaparkan nudist namun hasilnya bukan erotik, sebaliknya memaparkan keindahan dan menaik taraf nilai-nilai hebat manusia yang berjantina wanita.

Pelukis Indonesia diketuai oleh SyisPaindow, diikuti dengan Cipto Prurnomo, Deddy Paw, Ghanyleo, Grace Tjandranimpuno, Hatmojo, I Made Arya Dwita Dedok, Niluh Sudarti, Nurfu Ad, Arie Kadarisman & Afriani.

Pelukis Filipina dipimpin oleh Roy Espinosa, diikuiti oleh Ismael Esber, Victor RS Puruganan, Viel Samaniego, Lloyd Lusica, Mark Anthony Talion Vinas, Norman Cristobal, Chai Soo, Angelie Maranan Banaag & Liza B. Oppus.

Pelukis Singapura di pimpin oleh Abu Jalal Sarimon. Diikuti oleh Tan Kay Nguan, Koeh Sia Yong, Jonathan Peh, Chia Chor Hua, Suhat Sugiyou, Chua Buay Lin Belinda, Lai Guey Lian, Tan Kheng Hun Sally, Hoh Yew Ming Neville, D”GersFeitouchi, Muddmitaq, Warah Rashidi, Neha Jain, Fern Min Eng, Ramli Nawee, Abad Rednose, Nishtha Pathak & Kou Sow Kuen Queenie.

Tahniah buat peserta. Semoga SAKTI sentiasa mengiringi perjuangan mereka.Terima Kasih.Ditulis oleh Abu Jalal Sarimon Seniman asal Singapura. 4 Juli 2019./ Sukoco


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan