Pembinaan Seni Rupa Dinas Kebudayaan Sleman di Sanggar Seni Omah nDeso

 Seni

SEDULURNYENI.COM. Beberapa bulan yang lalu Sanggar Seni Omah nDeso yang terletak di Jl Buntu Karanglo Purwomartani Kalasan Sleman, Yogyakarta sebagai tempat pameran Kelompok  7 dan tentunya tak lepas dari dukungan para seniman dan masyarakat sekitar serta dinas terkait yaitu Dinas Kebudayaan Sleman.

Pada sore 30 Mei 2019 kembali Sanggar Seni Omah nDeso punya gawe yaitu menyambut tamu dari Dinas Kebudayaan Sleman di wakili Bpk Siswanto beserta rombongan dalam agenda Pembinaan Seni Rupa dan sarasehan. Hadir pula Heri Kris dan Joseph Wiyono sebagai pembicara pembina.

Dalam sambutanya Budi Pimpinan Sanggar sangat bersyukur atas suport dari dinas selama ini. Budi beserta rekan seniman antara lain Dody Tepi Jaman , Agus Purwadi beserta seniman kelompok 7 lainya berkeinginan membentuk forum komunikasi perupa sleman, mohon doa restu agar segera terlaksana dan juga berharap sanggar Seni Omah nDeso bisa menjadi ruang publik dan pusat kegiatan kesenian khususnya seni rupa walau lokasi di pedesaan .

Menanggapi sambutan  dan keinginan Budi,  Siswanto menyambut baik dan mengajak para seniman untuk mencetuskan ide ide kreatif. Disbud Sleman mensuport kegiatan-kegiatan seni, dan di bidang seni rupalah yang masih sedikit sanggar/ komunitas seni yang memiliki NIK ( Nomor Induk Kesenian ) dibandingkan seni-seni lainya NIK menjadi  menjadi syarat utama untuk mendapatkan bantuan dana kegiatan seperti ini. Dan untuk mendapatkan NIK sangatlah mudah , dapat dilakukan dengan pendaftaran secara online dengan mengunduh di Plystore aplikasi E-Siks.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Disbud Sleman, Heri Kris yang adalah kurator dan juga perupa menambahkan beberapa poin dalam pembinaan sore itu, antara lain ini adalah kesempatan baik bahwa pemerintah sangat mendukung kegiatan seni rupa, dan ini peluang di saat pasar seni redup setidaknya dapat membantu pendanaan dalam kegiatan seni, misalnya pameran, karena semua materi di bidang seni rupa tidak ada yang murah sehingga setidaknya dapat terbantu untuk meringankan beban seniman dalam oprasional.

Giliran pmbicara kedua Joseph Wiono Penulis, Pelukis dan juga praktisi seni  dari akademisi ISI YOGYAKARTA menyoroti dalam bidang pengelolaan organisasi, Joseph Wiyono mengajak para perupa untuk memahami dan mengerti tentang pentingnya organisasi, karena seniman tidak bisa hidup sendiri, interaksi dengan sesama seniman dan masyarakat sangatlah diperlukan dalam proses apresiasi, Tentunya sinergitas dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan  sangatlah penting agar hubungan timbal balik terjalin. Timbal balik yang dimaksud saat dinas membutuhkan seniman dan juga saat seniman membutuhkan bantuan dari Dinas semuanya akan berjalan baik.

Setelah pembinaan selesai dilanjudkan dengan sesi tanya jawab dan buka bersama seniman. Adapun seniman yang terdaftar dalam acara tersebut antara lain :

  1. Dody Tri H
  2. Fatah Hidayat
  3. Eko bendhol
  4. Banyu segoro
  5. Pak syukron
  6. Eris retno palupi
  7. Bagaskara
  8. Indah dewi
  9. Sukardi
  10. Tedjo

  11.ifat futuh

  1. Agus purwadi
  2. M.Safi’i
  3. Wisnu Bayu
  4. Rijal
  5. Herlina
  6. Ikaria
  7. Niken w
  8. riska dewi priastuti
  9. Ari Sulistyanto
  10. Agus Nuryanto
  11. Sulistiyanto
  12. Fajar mahfud
  13. lukman
  14. Kamiran suriyadi
  15. Muhammad taris
  16. Purwanto
  1. S.Priadi
  2. Chamit Arang
  3. S.Irvan                                                                                                                                                                                                         Sukoco sedulurnyeni/red                                                   


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan