Ngayogjokarto adalah Kampus Seni

 Seni

SEDULURNYENI.COM 15  MEI 2019. Hampir setiap hari di Ngayogjokarto ada pameran seni rupa, seperti sekarang ini saya senang melihat gairah para perupa yang berpameran di Omae Kartika Janda Kembang yang selalu berpenampilan muda walau sudah berusia 85 th, candaan Joko Pekik dalam sambutanya  di pembukaan pameran lukisan bertajuk “ Saat Mata Tertambat “ yang akan berlangsung sejak 15 mei hingga 15 Juni 2019 di ikuti oleh  57 pelukis dalam rangka ulang tahun mami Kartika Afandi yang Ke 85 dan Totok Buchori sebagai ketua panitia event.

Ngayogjokarto ini Kampus Seni tempat menempa para perupa, Ngayogjokarto adalah kawah condrodimuko untuk menggembleng  perupa dalam berproses , agar tetap kuat seperti  batu besar hitam di kali yang tak akan goyah walau di terjang banjir, bukan seperti gabus yang berhamburan kesana kemari saat air deras. Perupa juga harus berIntelektual hebat serta bersikap hebat pula namun tetap sluman slumun slamet, Pungkas Joko Pekik. Siapa yang nggak Kranjingan untuk berkarya di Jogja? Tambahnya.

Berbeda dengan Joko Pekik , Soebroto SM menekankan kepada apa yang di sampaikan Totok Buchori dalam “ Saat Mata Tertambat “, terkandung makna produktifitas memberi dampak umur panjang. Kartika walau sudah tidak muda tetapi tetap produktif menghasilkan karya membuat beliau tampak segar dan sehat di usianya yang 85, kursi roda bagaikan properti saja. Oei Hong Djien juga senang berdansa serta main biola, selalu bergerak membuat beliau di usia 80 th tetap bisa menghadiri pameran kesana kemari. Begitu juga pak Joko Pekik yang selalu produktif menghasilkan karya dan juga Liek Suyanto yang tetap eksis shoting dikaruniai tubuh yang sehat.

Mami Kartika sebagai tuan rumah yang punya gawe merasa senang dan bersyukur mempunyai banyak teman perupa dan saudara yang selalu nyengkuyung dalam berkegiatan dan berkarya.

Setelah Ketiga Tokoh Seni Rupa memberikan sambutanya , mulailah puncak pembukaan pameran lukisan “ Saat Mata Tertamabat “ dengan di tandai torehan cat di atas kanvas oleh  Mami Kartika, Joko Pekik dan Soebroto SM dilanjutkan dengan mengapresiasi di ruang pameran di ikuti oleh seluruh peserta pameran , apresiator dan kolektor ternama yaitu Dr. Oei Hong Djien atau biasa di panggil Pak OHD

Di temui saat di ruang pamer Dr Oei Hong Djien membongkar rahasia yang sangat bermanfaat dan berdampak terhadap perkembangan seni lukis. “ Karya seni yang berkwalitas akan abadi sepanjang jaman “ jangan lakukan apa yang sudah dilakukan seniman terdahulu pada jamannya, Berkaryalah  sesuai jaman sekarang dan tetap abadi sepanjang jaman” .

Begitulah OHD berbincang dengan jurnalis Sedulur Nyeni bersama Chamit Arang dan Eni sambil sedikit memberi komentar terhadap beberapa karya di ruang pameran. Tentunya  apa yang di sampaikan pak OHD dapat memberikan semangat dan wacana baru terhadap para perupa dan apresian. Selamat berpameran kepada: 

  1. Adhik kristiantoro “Boyolali”
  2. Ashari “Kayu Tua di OMAHE kartika”
  3. Agus Nuryanto “di balik klambu”
  4. Dody Tepi Zaman “sang maestro”
  5. Dgam “Guyub Rukun”
  6. Agus Cavalera “OMAHE kartika”
  7. Anton Sutopo “OMAHE kartika”
  8. T. Kamajaya “merapi”
  9. Sukoco Hayat DP “sekitar OMAH”
  10. Alfi Ardyanto “OMAHE KARTIKA”
  11. Torres “jathilan”
  12. Indah Nya “OMAHE Kartika”
  13. Ifat Futuh “beautifully #7
  14. Watie Respati ” bunga kecombrang”
  15. Ikhman “bukit Bangkel”
  16. Sigit Handari “Sarimbit Pojok Omahe Kartika”
  17. Menol juminar “OMAHE kartika affandi”
  18. S.Priadi “Landscape”
  19. Lukman Gimen “Pecinan tambak bayan “
  20. Karen “senggang”
  21. Alex danny S “mitologi merapi”
  22. Tukirno B. sutejo “matahari OMAHE kartika”
  23. Khoirul “kaliadem”
  24. Wahyu Handayani “Limbuk in Love”
  25. Ida Ratnanigrum “bunga desa”
  26. Harman “padma”

27.Tales Suparman ( Potret mami Kartika)

  1. Triadiwijaya “Humanimalis”
  2. Nanang Widjaya “pasar Tradisional”
  3. Achmad Masih ” salah satu sudut Omahe Kartika”
  4. B. Susyanto Mulyo “kamboja di samping Gallery mami”
  5. Rosalia Ratih Darmawati “kesejukan di gallery mami”
  6. Eko Mbendol “obrolan pejantan”
  7. Chamit Arang “dinamika”
  8. S. Irvan “alamku”
  9. Lukman van Gogh “abstrack”
  10. Imam Dalang “Rimba Raya”
  11. Pak cilik Sugi “idola”
  12. Heru uthantoro “OMAHE kartika”
  13. Pratiknyo “langkah menuju akhir USIA”
  14. Gunawan pastel “bunga matahari”
  15. Pingki Ayako “menjaring”
  16. Wage eS “Hujan berkah”
  17. Diana Natalie “so ayam hutan”
  18. Agung Manggis Gunawan #bunga sepatu di Rumah Bu kartika”
  19. Hani Santana “di antara belukar “
  20. Rommy “OMAHE kartika affandi”
  21. Agus Tomin “asli endemik indonesia”
  22. Eni Setyaningsih “serumpun bunga”
  23. Anto Gimbal “Ayam Jago”
  24. Pramono “Indonesia”
  25. Supono PR. “Mami KARTIKA”
  26. EndI gilapgong “kenangan di susut Rumah bapak”
  27. Kartika Affandi “Merapi”
  28. Mas momi “Merapi”
  29.  Agus Manggis Gunawan
  30. Bagaskara maharastu “taman sore hari”

Sukoco Hayat DP/red


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan