Mengenal Lucia Astuti Pelukis Dan Juga Pendidik

 Seni

Lucia Astuti bersama karyanya ” Internasional Camp Art 1 ,TBJT ,2016 “

SEDULURNYENI.COM – Perhelatan dunia Seni Rupa Indonesia marak dengan hadirnya perupa – perupa baru lahir menambah kekayaan budaya kesenirupaan tanah air, tentunya ada peran serta penyelenggara pameran, galeri dan juga sekolah-seni, sanggar seni serta guru seni rupa / dosen yang menjembatani dan sebagai pembimbing murid / mahasiswannya mengoptimalkan talenta anak didiknya.

Siapa yang tidak tahu dengan Lucia Astuti, Sosok Pelukis yang juga Pendidik dengan 6 orang anak mampu eksis dikancah seni rupa tanah air hingga sekarang. Lucia Astuti aktif berpameran sejak th 2012 ketika beberapa bulan sempat lumpuh karena kecelakaan lalu lintas, namun atas Mujizat Tuhan yang Maha Dasyat Lucia Astuti bisa kembali  bangkit dan lebih bersemangat lagi untuk mensyukuri karunia sebagai pendidik di SMP Negeri 2 Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah serta aktif mengikuti berbagai pameran seni rupa dan workshop seni menghantarkan beliau menjadi bagian dari deretan seniman lukis wanita di Indonesia.

Sebagi seorang Seniman yang Juga Guru di kelas serta Ibu dari ke 6 anaknya tentunya tidah mudah untuk melakukanya dalam kehidupan sehari harinya, perjuangan panjang dan berbagai rintangan dan hambatan banyak dilaluinya. Kepada sedulurnyani .com ( 23/8/2019 ) Ibu Lucia Astuti memaparkan berbagai hal pengalaman perjalanan karir serta  konsep dalam menjalaninya sebagai berikut :

“ Saya melukis karena setiap harinya bertugas sebagai  guru seni rupa, berkewajiban untuk menumbuh kembangkan ketrampilan tangan mereka agar dapat menciptakan suatu karya, karya yang praktis dugunakan dalam kehidupan sehari-hari,dengan harapan seiring waktu ketrampilan mereka bertambah sehingga  bisa mendapatkan income untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka sendiri,sebagai contoh saya mengajarkan membuat bahan sandang dengan membatik jumputan,shibori,dengan  berbagai macam bahan pewarna,melukis dengan cat sablon pada kain ( tas), taplak meja, dimana dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa banyak industri  seperti tersebut . Saya utamakan pada life skill mereka,supaya kelak bisa untuk bekal hidup mandiri / berwiraswasta, menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, terlebih untuk anak perempuan,biar bisa punya ketrampilan.

Karya lukis lucia Astuti di media Tenggok

Konsep hidup saya hanya sederhana saja, yang terpenting harus selalu tekun,telaten ,dan berusaha  tanpa lelah,bersyukur ,berusaha untuk selalu maju,dengan harapan semoga hari esok lebih baik dr hari ini.Yang saya alami untuk menggapai sesuatu cita-cita tentu saja harus berusaha keras, mencoba walau kadang gagal tetapi tidak berhenti dan tidak putus asa untuk mencoba lagi hingga berhasil, semua butuh proses dan itu akan berjalan seiring waktu,kadang akan merasakan kejenuhan/bosan , tap itu tidak boleh terlalu lama,Harus segera bangkit dan berusaha lagi dengan  semangat dan keyakinan pasti berhasil, saya telah alami bagaimana berjalan dipanasnya terik matahari siang hari, berjalan dijalan setapak diantara pohon pohon  jati  yang berdiri kokoh menjulang seakan menembus putihnya awan yg berarakan  dilangit yang biru, setiap ayunan kaki ini melangkah,LAMA saya menghitung nya,dan itu setiap hari  berulang,  saya sadang dalam menuju  tempat yg saya inginkan,Perjuangan untuk mendapatkan sesuatu memang harus diperjuangkan,tidak boleh menyerah.Saya bahagia  Tuhan memberi saya  kesempatan  untuk  belajar bersama murid-murid usia remaja yg baru tumbuh berkembang. Sekolah adalah rumah saya yang kedua ,saya kerasan (betah) tenang damai saat bekerja,saya sangat mencintai murid-murid , mereka saya anggap  sebagai anak-anak  saya sendiri, yang ada hanya rasa kasih saat belajar bersama mereka.

Putri ke 5 Lucia Astuti yang mewarisi bakat Ibunya “Maria Magdalena Budi Asih”

Sungguh mengharukan dan menginspirasi  perjalanan hidup Ibu Lucia Astuti sebagai seorang pelukis , pendidik dan ibu dari putra- putrinya.Tentunya semuanya berjalan lancar atas peran keluarga, masyarakat, lingkungan sekolah dan Campur Tangan Tuhan Yang Maha Kasih. Sukoco/ Sedulurnyeni.

CV . Lucia Astuti

Lahir                : Sala,13 Maret 1966

Pendidikan     : D3 Kerajinan UNS, S1 Pendidikan Seni Rupa UNS Surakarta

Pengalaman Pameran  :

  1. ALIM Solo 2012 di Surabaya
  2. PASREN 2012, 2013, 2014, 2015, 2016 DI Galeri Monumen Juang Klaten
  3. EDU Art Forum 2013-2019 di Taman Budaya Yogyakarta
  4. Sanggar Bambu 2015-2018 SMSR Yogyakarta
  5. Sanggar Bambu 2017-2019 di Taman Budaya Surakarta
  6. International Art Camp I 2016 di Taman Budaya Surakarta
  7. SALIRO 2016 di Balekambang Surakarta
  8. Pameran Perupa Wanita Grand Mall Solo Surakarta 2016
  9. SALIRO 2017 TBTJ
  10. Bromo Health Camp I 2018
  11. Basuki Abdulah, The Touch of Love 2018
  12. Pendapa Art, Gelar Kloso 2018
  13. KOPENG 100+ Th 2019
  14. Rumah Budaya Tembi Yogya Realitas 2019
  15. Sanggar Bambu TBTJ Pengayun-ayun 2019


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan