Memperkenalkan Karya Legong Kebyar Masilelancingan di Sanggar Saraswati

 Seni

Sedulurnyeni.com- Minggu, 1 Desember 2019 pukul 10 Pagi telah berlangsung kegiatan belajar menari khususnya tari Bali di Sanggar Tari Bali Saraswati yang bertempat di Asrama Putra Bali, Jalan Mawar No.2 Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Kegiatan belajar menari pagi tadi berbeda dengan hari biasanya. Pada kesempatan tersebut, seorang dosen ISI Yogyakarta sekaligus seorang peneliti Dr. Ni Nyoman Sudewi, SST, M.Hum hadir untuk mengalihkan kelas tari Terunajaya yang diampu oleh Ibu Kadek Rai Dewi Astini, S.sn, M.sn untuk digunakan sebagai pengenalan beberapa motif atau salah satu rangkaian gerak pada tarian yang berjudul Legong Kebyar Masilelancingan karya beliau. Pengenalan beberapa motif atau salah satu rangkaian gerak tersebut dipandu oleh dua orang peraga yang terlibat dalam proses adanya tarian Legong Kebyar Masilelancingan tersebut, yaitu Gita dan Deo. Pada dasarnya, awal mula muncul kehadiran gerak yang dihasilkan tersebut juga terangsang dari penggunaan ritme yang dipinjam dari pakem tari Legong Lasem yang kemudian dikembangkan dengan pola iringan serta tentunya dengan gerak yang baru.

Gambar.1. Seluruh peserta mencoba melakukan gerakan kayang mengikuti 2 orang peraga

Dalamm proses pengenalan tersebut, beliau mengajak peserta untuk mencoba menggerakkan gerakan tari Legong Lasem bagian pengawak dengan iringan aslinya. Lalu, pada tahap kedua peserta diajak mencoba mengimitasi gerakan yang ditunjukkan oleh peraga dengan mengikuti pola iringan atau ritme dari tari Legong Lasem. Tentu saja, banyak perbedaan-perbedaan yang hadir dari 2 bentuk tarian tersebut terutama dari segi gerakan Legong Kebyar Masilelancingan itu sendiri. Kesulitan ataupun kemudahan yang dirasakan peserta tersebut diungkapkan secara verbal maupun tertulis untuk disampaikan sesuai yang dirasa. Tidak sedikit dari peserta tersebut mengungkapkan merasa asik menarikan tarian yang diperkenalkan tersebut walaupun cukup kesulitan untuk bisa menghafal secara cepat dalam waktu yang diberikan kurang lebih 1 jam. Namun, secara teknik sudah mampu menguasai tiap gerakan ataupun perpindahan yang hadir dalam tarian yang diperkenalkan. Antusias para peserta yang kisaran umur belasan tahun tersebut terlihat begitu menikmati yang dipelajari 1 jam tersebut. Memanfaatkan secara baik waktu, dan pengenalan yang diberikan oleh seorang yang ahli dalam bidangnya. Pada akhir perjumpaan tersebut, peserta diminta untuk mengulang materi yang didapat berkali-kali guna melatih hafalan para peserta dan masih dipandu oleh 2 orang peraga tadi. (Deo)

 

 


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan