Mahasiswa Tari ISI Yogyakarta kembali Gelar Karya Tugas Akhir 2019

 Seni

Dok. Flash Production

 

SEDULURNYENI.COM – Kamis, 19 Desember 2019 Kampus ISI Yogyakarta Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Seni Tari kembali menggelar karya Tugas Akhir (TA) 2019 keloter dua.

Tugas Akhir (TA) merupakan ujian akhir bagi mahasiswa penciptaan di Kampus ISI Yogyakarta jurusan seni tari, tugas ini dilaksakan untuk memenuhi persyaratan mata kuliah sebelum pada akhirnya dinyatakan lulus sebagai penyandang Sarjana Seni. Para mahasiswa yang menempuh ujian Tugas Akhir penciptaan khususnya jurusan tari dituntut harus dapat membuat satu karya tari yang nantinya akan diujikan dengan cara mementaskannya dalam bentuk pertunjukan. Persiapan demi persiapan dilakukan dari jauh-jauh hari oleh masing-masing penata demi mendapatkan hasil maksimal serta karya yang matang untuk nantinya akan diujikan atau dipentaskan.

Masyarakat umum dapat berkesempatan menyaksikan karya ujian akhir para mahasiswa jurusan tari tersebut dalam rangkaian acara Gelar Karya Tugas Akhir 2019. Acara ini terbuka untuk umum, tanggal 21 dan 22 Desember 2019 adalah hari dimana dilaksanakannya pementasan pertama dan kedua dengan penata dan karya yang sama. Gelar karya Tugas Akhir ini nantinya akan dilaksanakan bersama mahasiswa lain yang notabene adalah mahasiswa lintas angkatan (adik tingkat) sebagai tim belakang panggung yang dibentuk dari kelas mata kuliah produksi, tim produksi ini akan membantu mengatur jalannya acara yang akan diselenggarakan mulai dari persiapan hingga hari pementasan.

Setelah kemarin bersama Hand Production keloter satu mempersembahkan 4 penata beserta karyanya pada keloter dua kali ini bersama Flash Production juga akan mempersembahkan 4 penata bersama dengan karya masing-masing penata diantaranya adalah

  1. Nasri Nada Afifah dengan judul karya “JINEMNEM”

Adalah sebuah karya yang terinspirasi dari gerak-gerak tari ndolalakyang berasal dari perilaku serdadu Belanda. Karya ini memadukan gerak pencak silat serta pola-pola baris-berbaris.

  1. I Gusti Ngurah Krisna Gita dengan judul karya “ANG-AH”

Jika karya yang lainnya terinspirasi dari cerita ataupun tarian Jawa karya tari yang satu ini sangatlah berbeda karena penata dari karya ini berasal dari daerah Bali tentu karya tari yang dihadirkan tak jauh dari daerah asalnya. Penata tari menyampaikan bahwa “karya tari ini terinspirasi dari Tari Baris Gowak desa Selulung Bangli Provinsi Bali, konsep yang diambil adalah konsep Ruwa Binedha”

 

  1. Nadia Kusuma Wibawani dengan judul karya “TURONGGO KSATRIA”

Karya ini terinspirasi dari cerita dibalik eblek Jaranan Turonggo Yakso.

 

  1. Widi Pramono dengan judul karya“RWA”

“RWA” terinspirasi seorang tokoh yaitu Pitutur Jati yang ada dalam cerita Panji, yang mana dia adalah Dewa Utama yang mencari anaknya.

 

Pertunjukan-pertunjukan tersebut akan dipentaskan di Auditorium Jurusan Tari/Stage Tari pada pukul 19.30 WIB untuk menyaksikan pertunjukan tersebut dapat memesan tiket pada nomoryang tertera pada poster dari Flash production atau juga dapat membeli tiket On The Spot (OTS) yang dijual sebelum acara dimulai. DV/sedulurnyeni


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan