Karya OTS Bersama 50+ Seniman akan dipamerkan di Kembang Jati Art House

 Seni

SEDULURNYENI.COM – Agenda kegiatan Seni Rupa di Jogja sangat padat, acara satu belum selesai, acara berikutnya sudah dimulai, demikian seterusnya, membuat Jogja benar-benar Istimewa penuh dengan aktivitas seniman yang tak pernah padam bergerak, berkarya tidak hanya di dalam studio saja.

Seperti yang dilakukan di Studio Alam Putubiung, Gunung Pule Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan Bantul , Yogyakarta ini adalah suatu kegiatan Pertunjukan On The Spot melukis bersama di alam liar yang di selenggarakan pada tanggal 1 September 2019 mulai pukul 9.00 s/d sore, menurut pemilik Studio Putubiung “ Yan Santana “ adalah kegiatan melukis bersama untuk mengenalkan studio barunya yang mempunyai pemandangan alam liar yang menarik dan mempersatukan seniman tanpa sekat.Totok Buchori  menilai kegiatan ini positif untuk memperkenalkan kepada masyarakat sekitar kegiatan para seniman, lokasinya sangat eksotik sehingga menarik saudara kita dari luar kota untuk berpartisipasi juga diantaranya  Sentot dan Pak Kawit dari solo. Menurut beliau berdua selain ajang silaturahmi terhadap sesama seniman juga merupakan sebuah kewajiban artistik untuk aktif dalam semua kegiatan kesenirupaan seperti on the spot ini paparnya.

Seniman Purworejo Sigit Suntoro tak kalah semangat untuk berpartisipasi dalam acara ini, beliau menyempatkan diri bersama Istri tercinta berjuang melintasi medan alam liar dan menangkap obyek pemandangan di kanvas yang telah di sediakan. Wati Respati yang terkenal loyal dalam setiap event juga mangayubagyo dengan penuh semangat mengajak para Kartini lainya Endah DR, Prilasiana dkk untuk partisipasi dalam acara ini.

Mbah En Iskandar perupa sepuh yang tak pernah absen  dalam event apapun selalu memberi contoh semangat dan kedisiplinan dalam waktu, beliau selalu datang lebih awal dari semua sedulur seniman lainya. Herlina Van Tojo  juga  begitu siap dengan peralatan likisnya optimalkan waktu yang ada, Bagaskara sangat jeli menangkap obyek dengan visualisasi yang menarik seperti karya cat air diatas kanvas. Dyah Ayu atau biasa di panggil Dee juga turut serta dengan Anjing kesayanganya melengkapi alam lebih natural dan di iringan lantunan musik Tejo Badut mereda panas alam siang itu.

Kebersamaan seniman yang hadir membuahkan hasil karya setengah jadi untuk dilanjutkan di rumah/ studio masing-masing dan akan segera di pamerkan di Kembang Jati Art House Jl. Kesejahteraan Sosial, Sono Sewu,Yogyakarta pada tanggal 20 -30 September 2019 mendatang dengan kuota maksimal 70 karya. Dan kebersamaan ini juga diberikan kepada seniman yang belum bisa hadir dalam Pertunjukan OTS di alam liar Studio Putubiung di ajak untuk berpartisipasi dalam pameran.Harapanya kebersamaan para seniman tanpa sekat terus terjalin, sinergitas seniman dengan lingkungan masyarakat semakin baik, ruang apresiasi semakin lebar dengan adanya sarana galeri atau munculnya Art House di sekitar kita serta mengundang apresiator dan kolektor. Sukoco Hayat/ SN


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan