Dialog Rupa Pitulungan di Gallery Prawirotaman Hotel

 Seni

SEDULURNYENI.COM – Yogyakarta sabtu (7/3/ 2020) Exhibition in Art Gallery Hotel Prawirotaman Jl.Prawirotaman II No.839 B.Yogyakarta dengan tajuk Pitulungan dari kelompok 7 di buka malam itu oleh Joannes Pratomo, dan akan berlangsung sampai dengan 21 April 2020.

Seni mengajak intepretasi penikmatnya menguak rahasia maksud dari pengkarya. Sore malam itu ada banyak karya – karya yang terdisplay mengundang berdialog, karya Heru “dodot” Widodo,Yosepha Tanty, Eddy Bessa, Astuti Kusumo,Emiko, Tazuke, Lio Gusca Vianos Tjoa,Wita Usmira Delvi dan Achid Librianto.

Melihat karya fotografi Achid Librianto yang di print diatas kanvas seolah karya itu menatap dan mengajak berbicara.Pengunjung bisa meraba, mencoba mengintepretasi tentang makna yang terkandung di dalam karya tersebut.

Kirmah, mikir omah Karya Astuti Kusumo dari judul dan visual sosok ibu dengan busana rada sexy tak akan bisa lepas dari tanggung jawab seorang ibu yang selalu mikir omah, bagaimana yang di rumah apakah dalam keadaan baik? Tersedia segala kebutuhanya saat di tinggal dinas sang ibu karier? Naluri keibuan yang bertanggung jawablah tersirat dalam intepretasi saya ( SKC ) melihat lukisan tersebut.

Satu karya lagi yang berjudul gandrung, saya tanyakan kepada beliau apa maksudnya kepada Mbak Astuti Kusumo? Jawaban pelukis senior monggo pun serat piyambak, mengisyaratkan dan mengijinkan penikmat karya untuk mengintepretasi sendiri atas visual yang ada.

Dari katanya ” Gandrung” menurut bahasa jawa yang saya(SKC) tahu, adalah semacam jatuh cinta atau sedang mencintai lebih terhadap sesuatu.Dan gandrung adalah sifat manusiawi yang dimiliki baik laki – laki maupun perempuan.

Menjadi teka-teki kepada penikmat atas segala karya yang di pamerkan untuk mendapatkan jawaban yang tepat.Itulah seni rupa mengajak dialog penikmatnya dengan karya itu sebelum bertemu langsung dengan pengkaryanya. SKC/ Sedulurnyeni.


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan