Dari OTS, Pameran Seni Rupa dan Sarasehan “ Mengapa On The Spot “

 Seni

SEDULURNYENI.COM – Perjalanan kegiatan guyup seni yang dilakukan beberapa seniman di kota Jogja ini melibatkan perupa,seniman musik dan juga teater telah terlaksana. Dari OTS atau on the spot di Studio Alam Putubiung Gunung Pule,Sembungan, Bangunjiwo,Kasihan,Bantul, Yogyakarta pada 1 September 2019 lalu berlanjut ke Pameran Hasil Karya On The Spot di Kembang Jati Art House sejak 20 hingga 30 September 2019 mendatang  serta sarasehan di Saung Banon Art Jl.Goden Yogyakarta pada tgl 28 September 2019 telah terlaksana.

Menggembirakan dari hasil karya OTS  53 seniman yang dipamerkan di kembang Jati Art House  hingga tgl 28 ini beberapa karya mendapatkan apresiasi dari kolekor ( Laku Terjual ) diantaranya karya : Totok Buchori, Abdul Haris,Yusef Salamon, MM. Sri Gunarni, Subandi Gianto, S.Priadi, Untung Basuki, Sukoco Hayat, En Iskandar, Sigit Suntoro dan Prilasiana dan rencananya akan diagendakan syukuran di studio alam putubiung pada tanggal 6 Oktober 2019

“ Mengapa On The Spot “ tema sarasehan di Saung Banon siang itu  dengan Pemateri Bp.Alex Luthfi.R, Totok Buchori dan Supono Pr , Moderator Sukoco Hayat  dengan daftar hadir sebagai berikut:

  1. Alex Luthfi.R
  2. Totok Buchory
  3. Ian Santana
  4. Sukoco Hayat DP
  5. Wati Respati
  6. Heru Londo
  7. Ekwan marianto
  8. Johnny gustaaf
  9. Sukandar
  10. R.Kirman
  11. .B.Joni S
  12. Ipang
  13. .Supono pr.
  14. Untung Basuki.
  15. EN roel
  16. A. Haris
  17. Prilasiana
  18. Teguh Eswe
  19. Picuk Asmara
  20. DN.Koestolo
  21. Ekwan
  22. M.Soebian Noor
  23. Djoko Sardjono

Dalam  sarasehan tersebut Alex Luthfi.R sebagai pemateri pertama mencoba mengulas kegiatan on the spot di eropa telah dilakukan sejak jaman dulu dengan lahirnya Impresionis  menginspirasi lahirnya seni Fotografi. Beberapa masukan secara kuratorial karya Eni menurut Alex Luthfi.R sangat menarik menampilkan abstraksi alam dengan warna dan komposisi yang indah,karya Untung Basuki tampak dinamis banyak spektrum warna dan itulah watak dari Inpresionis,keberagaman sangat menarik dalam karya on the spot ini, beberapa seniman menyelesaikan karya on the spotnya dengan gaya berbeda diantaranya dekoratif dan juga realis.Tantangan dalam melukis on the spot dalam penggalian Ide, diantaranya menampakan yang tidak tampak menjadi ada.

Totok Buchori menyampaikan beberapa hal mengapa on the spot? mungkin untuk menghilangkan kejenuhan dan mencari suasana berbeda, untuk rekreasi, dan untuk mendapatkan penjiwaan karena berhadapan langsung dengan obyek. Supono Pr menekankan keseriusan dan kreativitas mengambil obyek tidak harus banyak, namun kedetailan dan hasil akhir sangat penting, sehingga on the spot tidak mesti dilakukan dengan bergerombol/ bareng-bareng, namun bisa dilakukan sendiri dan harus sering kali dilakukan sebagai konsekwensi sebagai pelukis dan di sambut Untung Basuki mengajak  untuk diagendakan lagi On The Spot .

Dan tanggapan dari Prilasiana sangat positif, dari 2 kali pengalamannya  dalam  on the spot mendapatkan banyak teman, saling mengisi dan menginspirasi, Sukandar mencoba mengkaitkan dengan karya lomba dan on the spot sudah dilakukan sejak dulu. Wati Respati sangat senang mengulang kegiatan On The Spot seperti Jaman Study dulu namun On The Spot masih tetap relefan di jaman sekarang, Heru Londo sangat bijak lebih luas menekankan kepada kemurnian seni , kebersamaan serta konsep manfaat terhadap apa yang harus dilakukan seorang seniman, memberi dampak manfaat lewat apa yang kita bisa menutup indahnya kebersamaan sarasehan di Saung Banon Art Yogyakarta.Sukoco/sedulurnyeni


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan