Buto Selfie dan Dewi Bhumi membawa Niluh Sudarti dalam ” Freedom and Love ” International Art Exhibition

 Seni

SEDULURNYENI.COM 10/3 2019.  Freedom and Love grup seniman Internasional  dibentuk oleh seniman kawakan Singapore yaitu Abu Jalal Sarimon, Co-creatornya adalah seniman kawakan Indonesia yaitu Deddy Paw  Padepokan Apel Watoe Borobudur, yang mana mereka berdua bertindak sebagai koordinator sekaligus curator dalam pameran ini.

Melalui seleksi 2 karya Niluh Sudarti  lolos dalam kuratorial , yaitu lukisan berjudul  Buto Selfie dan Dewi Bhumi. Dewi Bhumi pernah ditampilkan di Taman Budaya Yogyakarta, tetapi waktu itu masih on progress.

Dalam pameran internasional yang pesertanya berasal dari 11 negara tersebut, menjadi momen penting bagi Niluh Sudarti.

Ini pertamakalinya ia menampilkan karyanya yang dibuat dengan acrylic fluorescent, dan ditaruh diruang khusus yang redup, Papar Niluh Saat di jumpai Jurnalis sedulurnyeni.com

Buto Selfie dan Dewi Bhumi merupakan karya-karya yang digarap dengan bebas olehnya, bebas dalam arti membebaskan dirinya dari kekhawatiran apapun tetapi tetap mengindahkan sisi-sisi penting dalam membuat karya seni yaitu antara lain, intelektualitas (content), Artistic dan Estetika.

Pameran Internasional “Freedom and Love” tersebut telah secara resmi dibuka oleh dr. Oe Hong Djien, Pemilik sekaligus Curator OHD.

Niluh Sudarti sangat terkesan dengan team Freedom and Love ini, mereka adalah seniman-seniman kawakan di negaranya masing-masing. Banyak kegiatan yang dilakukan bersama berhari-hari, Niluh melihat berapa mereka sangat berdedikasi tinggi, kuat mental, disiplin, bahkan mudah diatur. Mungkin itulah yang menambah kesuksesan mereka masing-masing. Sebelum pameran Freedom and Love ini resmi dibuka telah terjual 5 buah karya seni, dimana pembelinya dari Luar Negeri dan Dalam Negeri.

Pameran berlangsung dari 9 Maret – 9 April 2019, di Padepokan Apel Watoe, Borobudur, Magelang. NS / Sukoco


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan