5 KOREOGRAFER MUDA SIAP GEMPARKAN PARADANCE KE 28

 Seni

SEDULURNYENI.COM – Sleman (02/11/2019), Paradance merupakan suatu wadah koreografer muda untuk mempresentasikan suatu karya tarinya. Pergelaran paradance ini dilakukan 2 bulan sekali. Tujuan paradance ini memfokuskan koreografer muda untuk berkarya dan mempresentasikan karyanya ke publik. Acara Paradance ini di support secara finansial oleh Hadi Sukma yang di himpun sebagai dana penjualan buku di garudabuku.com dan garudhawacana.com. Tempat pergelaran acara Paradance ini diselenggarakan di Balai Budaya Minomartani Tegalrejo, Minomartani,Nganglik, Sleman.

Paradance yang ke 26 ini menyajikan 5 penata koreografi muda dari seluruh Indonesia. Nama penyaji yang di tampilkan di Balai Budaya Minomartani ini adalah JAM dari kendari, Eka Wahyuni dari Berau, Ferry C Nugrohodari Malang, Robby Sombadari Toraja dan Yurika Meilani dari Banjarnegara. Yurika Meilani merupakan koreografer muda yang lahir di Banjarnegara dan menyelesaikan Sarjana 1 (S1) di Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indoensia Yogyakarta. Karya dari Yurika Meilani yang berjudul “Rambut Rambu” ini terinspirasi dari kisah pengalaman hidupnya di masa kecil. Di masa kecil Yurika Meilani sering mendapatkan pembullian terhadap teman-temannya dikarenakan memiliki rambut keriting. Dalam tradisi di lingkungan memiliki rambut gimbal adalah hal paling terburuk bagi dirinya untuk yang akan datang. Karya “Rambut Rambu” ini di buat dari tahun 2016 pada saat mengikuti PARASADA dan karya ini dikembangkan kembali dari tugas akhir penciptaan S1 Jurusan Tari.

Mellyana Thalika lahir di Kendari dan masih menjalankan kuliah di Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia. Awal mula terbentuknya  group J.A.M ini karena mereka sesama teman seangkatan. J.A.M  singkatan dari nama penarinya yaitu Jeniffer, Amalia, dan Mellyana. Terinspirasinya karya ini karena perbedaan basic dari ke 3 penari, Mellyana berbasic modern dance, Jenifer basic ballet, dan Amalia basic tradisi kreasi pada saaat awal kuliah. Progres dari karya ini dari bulan Febuari 2019 dan latihan dalam pembuatan karya ini selama 1 bulan. Sempat vakum dikarya ini dikarena mereka bertiga masih menjalankan kegiatan masing-masing. Bulan ini mereka mengembangkan kembali karya yang telah di tampilkan paradance lebih baik dan lebih kompleks. Karya ini juga telah dipentaskan selama 2 kali di acara paradance. Penata musik dari karya ini adalah bang Josh Sandi. (H.Soleh)


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan