30 Tahun Vakum, Nur Mutakin Kembali Melukis.

 Seni

Nur Mutakin, lahir di kota pelajar dan budaya Yogyakarta, setengah abad silam. Anak tertua dari 6 bersaudara. Lahir dari bapak Supono dani bu Wasilah di Mertolulutan, Patuk, Ngampilan. Menikah dengan Neneng Siti Solihah, gadisdari Pandeglang Banten, dan dikarunia 5 orang anak serta 2 orang cucu.

Mengenal dunia seni rupa secara formal di SSRI/SMSR angkatan 1983-1987. Selama belajar di SMSR mendapatkan beasiswa Supersemar era presiden Soeharto.Saat tingkat 4 karya cat air berjudul “Tamansari” pernah di pamerkan di Kyoto Jepang.Ketika lulus SMSR berkesempatan kuliah di ISI melaluijalur PMDK.Tapi tidak diteruskan karena harus jurusan ukir logam. Masa-masa remaja di Yogya selain aktif melukis bersama, juga aktif di teater. Pernah bergabung di teater Muslim Pedro Sujono, di teater Klithik dan YAMSO.Membuat komik strip dan menulis di harian Bernas dan majalah anak-anak Putera Kita.

Tahun 1988 Nur Mutakin hijrah ke Jakarta. Untuk membekali diri di belantara Ibukota, Nu rMutakin belajar desain grafis, digital imaging dan jurnalistik. Di awal-awal pergelutannya di Jakarta sempat bergabung dengan Niki Kosasih, sebagai timpenulis drama radio “Saur Sepuh”. Di Jakarta melanjutkan kegiatan menulis dan menggambar kartun di beberapa media massa Ibukota. Tahun 1990 mendirikan sanggar Satu Lima, sebagai wahana menggalipotensi dan kreativitas anak dan remaja di Jakarta Timur.

Tahun 1991 kegiatan berkesenian terhenti karena kesibukannya sebagai Design Graphic di PT Datascrip (Canon Indonesia) dan Assistant Creative Manager di PT Modern Photo (Fuji Film Indonesia), hingga tahun 2008. Bersamaan dengan itu, tahun 2002 mendirikan Yayasan Pendidikan Al-Ikhlas Mathla’ul Anwar di Cakung Jakarta Timur. Karena istrinya seorang praktisi dan guru PAUD, maka Nur Mutakin tergerak untuk ikut berkiprah di Pendidikan Anak Usia Dini. Untuk melengkapi wawasannya, kuliah lagi mengambil jurusan PAUD.

Sejak resign dari perusahaan, Nur Mutakin hingga kini aktif sebagai praktisi anak usia dini dan mengajar. Sebagai dosen seni budaya dan ketrampilan di UIN Jakarta, UMJ, UT, STAI Mutholib dan sebagai guru di beberapa sekolah.Selain ikut kegiatan lainnya adalah sebagi trainer/ narasumber workshop/ pelatihan guru-guru PAUD. Materi pelatihan beragam, tapi lebihk husus dengan topic “Menggambar Sambil Bernyanyi”. Daerah yang pernah kerjasama antara lain Makasar Sulawesi, Kaimana Papua, Banjarmasin, Banjarbaru,Amungtai, Martapura, Barito Kuala Kalimantan, Cianjur, Banten, Bekasi, Bogor, dan Jakarta.Selain sebagai trainer, juga aktif sebagai juri tiingkat nasional. Pernah sebagai juri kreativitas tingkat nasional BPTKI, juri paduan suara IGRA Jawa Barat, Jakarta, Banten.Juri poster FSL2N 2018 Bekasi.

Karya-karya yang sudah di publikasikan antara lain 2 album CD lagu anak-anak, 5 buku seri cara mudah menggambar, buku menggambar itu gampang, lagu VCD Senam Anak Soleh dan desain-desain batik seragam beberapa organisasi. Aktivitas lain saat ini adalah sebagai pengurus bidang organisasi PB Mathla’ul Anwar yang berpusat di Banten.

Naluri melukisnya mulai muncul dan bergairah lagi tahun 2018. Mengikuti pameran IKASSRI di Pendhapa Art Space Jogyakarta.Dilanjutkan pada tahun 2019, berkenalan dengan mas Sukoco dan mas Slamet dari Sedulur Nyeni hingga bisa ikut pameran Nusantara di Jogja Galery. Pada tahun ini juga berpameran bersama pelukis Bekasi di Revo Town dan pameran bersama Forum Seniman Bekasi di Balai Budaya Menteng Jakarta. Sekarang sedang proses berkarya untuk persiapan pameran 60 th Sanggar Bambu di Surakarta akhirJuni dan pameran PSR02 di Jogja bulan Oktober 2019.Skc/red

 


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan