Pernikahan Lumpang Ni Tentrem & Alu Ki Ayem Menarik Perhatian Masyarakat

 Budaya

SEDULURNYENI.COM – Indonesia adalah negara yang mempunyai bermacam kekayaan budaya warisan nenek moyang dan sangat menarik untuk di kaji jauh lebih dalam. Sebuah peristiwa budaya unik di selenggarakan di Padukuhan Anggopatran,Srimulyo, Piyungan, Bantul,Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Pernikahan Lumpang Ni Tentrem dan Alu Ki Ayem pada tanggal 18 Agustus 2019 adalah upaya nguri – uri kebudayaan/ tradisi yang ada, karena setiap daerah di wilahyah NKRI pasti memiliki bermacam tradisi yang dikawatirkan akan punah di telan jaman. Di jelaskan Oleh Bung Erwin selaku peserta kirap budaya yang ikut dalam diskusi sebelumya bahwa Inisiasi acara Pernikahan Lumpang Ni Tentrem dan Alu Ki Ayem melibatkan Tokoh Masyarakat dan Seniman, diantaranya Bpk Kadi, Aliem Bakhtiar, Joko, Pak Dukuh setempat dan didukung komunitas  relawan dan masyarakat sekitar Anggopatran.

Dalam perbincangan dengan Pak Kadi tokoh masyarakat pelestari budaya yang sangat mencintai tembang Mocopat ini di jelaskan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat agraris yang sejak jaman nenek moyang menggunakan lumpang sebagi alat untuk memisahkan padi dari gabah sehingga siap untuk di masak. Dan di Padukuhan Anggopatran ini ada peninggalan lumpang yang berada di sebuah kali yang di anggap ada Kodamnya, ketika di pindah dari kali tersebut akan kembali lagi ke tempat semula.

Dalam rangka menghormati dan menghargai karya nenek moyang terdahulu, lumpang tersebut di abadikan dan di rawat dengan proses tradisi di antaranya dengan mencucinya di tuk 7 ( Belik Ngelo )  dan diberi nama Ni Tentrem dan di anggap sebagai Kenyo ( Gadis ) diperlakukan bagai manusia, di boyong dengan di pikul serta di rawat dan dibikinkan bangungan rumah serta di carikan Jodoh dan akhirya mendapatkan Ki Ayem dan pada hari ini Minggu Kliwon 18 Agustus 2019 adalah pernikahan mereka yang menjadikan peristiwa budaya serta menarik perhatian masyarakat untuk ambil peran dengan kirap budaya keliling desa, diharapkan peristiwa ini menjadikan masyarakat lebih tentrem ayem gemah ripah loh jinawi, tambah pak Kadi. Sukoco/sedulurnyeni.


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan