Para Muda Lestarikan Kebudayaan melalui Festival Kethoprak DIY

 Budaya

SEDULURNYENI.COM – Senin(04/10/2019) Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berkerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI DIY) menyelenggarakan acara Festival Kethoprak Kota Yogyakarta yang akan berlangsung dari tanggal 4, 5, 7, dan 8 November 2019. Acara ini diikuti oleh 14 kontingen kecamatan salah satunya adalah kontingen dari Kecamatan Gedongtengen yang mementaskan karyanya pada tanggal 4 November 2019.

Kecamatan Gedongtengen menampilkan pertunjukan dengan lakon “Kidung Ing Saradan” dengan penulis naskah yaitu Ari Purnomo dan disutradarai oleh Jumintri. Cerita ini melibatkan 17 paraga/pemeran yaitu Miskijo, Bella Megasari, Agus Budiyarto, Satrio Satya, Irwan Yunianto, Deddy Kurniawa, Yunan Adriyanto, Diah Rokhani, Ismanto, Alusia Purnamasari, Azis Nur Fuat, Dhani, Esafitri, Retno, Naya, Ajeng, Wanda. Masing-masing pemeran memiliki peranan mereka masing-masing sebagai tokoh namun ada pula satu tokoh yang diperankan lebih dari satu orang tokoh warga misalnya, tokoh tersebut diperankan oleh 5 pemeran yaitu Dhani, Esafitri, Retno, Naya Ajeng, dan Wanda. Dari beberapa pemeran kethoprak kontingen Kecamatan Gedongtengen ini selain para pemain tua atau yang kerap disebut pemain senior ada pula pemain muda dari kalangan pemuda dan pemudi yang terlibat dalam pementasan tersebut. Tentu saja acara Festival Kethoprak Kota Yogyakarta ini menjadi ajang sekaligus ruang yang menarik untuk mengajak kaum muda supaya lebih menyukai, mencintai, dan melestarikan budaya bangsa khususnya dalam kesenian teater kethoprak. Seperti yang disampaikan oleh Bella Megasari “ini merupakan event yang dilombakan perkecamatan, pemain yang terlibat adalah pemain yang regenerasi dengan ketentuan maksimal 40 tahun, jadi untuk yang sepuh-sepuh atau yang memang senior itu dikurangi bagus juga untuk kita semua yang masih muda itu belajar budaya lewat kethoprak” pemeran Kinanthi ini juga menyampaikan bahwa lewat acara semacam ini dapat mengajari kita untuk tahu bagaimana berbahasa jawa yang baik dan berbusana jawa yang baik.

“kadang kan kita suka lihat anak-anak muda lebih suka share lewat media sosial mereka tetapi hanya sekedar membagikan/memposting saja, kenapa kita tidak langsung terjun kesitu (konten pertunjukan) ikutin aja? Kenapa cuma ngeshare duduk rebahan hanya klik klik, kenapa tidak kita tidak terjun langsung ikut acaranya ikut prosesnya biar kita sama-sama tahu lebih enak buat ngasih tau teman yang lain” demikian yang dikatakan oleh Bella Megasari pesan yang menjadi renungan untuk melestarikan Kebudayaan kita. (DV)


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan