Nguri-uri Kabudayan Jawi di Gunung Sempu

 Budaya

SEDULURNYENI.COM – Sebuah pergelaran seni budaya di Perum Gunung Sempu tepatnya dilaksanakan di Ruang Publik RT 04 pada hari Saptu 14 Desember 2019 telah berlangsung dengan lancar. Bpk Edi Ismoyo selaku ketua  penyelenggara dalam sambutanya merasa bersyukur atas terselenggaranya acara tersebut karena berkat dukungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul kami-kami ini ditanggap pungkasnya, kami hidup di komplek perumahan tentunya berbeda dengan kehidupan di dusun/ kampung yang mungkin lebih banyak peluang mendapatkan  tanggapan( permintaan untuk pentas ) papar pak Edi, namun kesempatan ini tidak kami siasiakan untuk menggelar segala potensi yang ada di perumahan ini yang terdiri dari 13 RT. Di Perumahan ini kami mempunyai 4 Komunitas seni yang sudah  memiliki Nomor Induk Kesenian ( NIK ), dan ke empat komunitas ini semua kami beri kesempatan untuk tampil diantaranya Seni Karawitan Wijaya Kusuma, Paguyuban Panembromo Kusumo Laras, Langen Kusumo ( Seni Tari ) dan Sanggar Sedulur Nyeni, semoga di tahun mendatang akan di fasilitasi kembali dalam upaya kami nguri-uri kabudayan jawi sebagai penutup sambutanya.

Hadir pada kesempatan Itu Drs Sapto Priyono  Kepala Bidang Pelestarian Warisan Seni Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.  Pak Sabto dalam sambutanya Juga bangga dengan apa yang telah di gelar di gunung sempu ini karena ada generasi anak yang ikut dalam melestarikan budaya jawa khususnya seni karawitan, dan beliau memberi tambahan apresiasi berupa Lembaran 100 ribu kepada Erwin Penabuh Saron yang masih anak-anak,  dalam ceritanya saat di wawancarai pak Sapto, Erwin masih duduk di bangku kelas 5 SD, baru belajar karawitan selama 2 bulan, namun kepiawaianya menunjukkan keseriusanya dalam seni karawitan. Harapan pak Sabto Erwin dan anak- lainya juga demikian, melanjutkan sebagai generasi penerus yang nguri -uri kabudayan jawi. Karena karawitan kita ini paling komplit di banding dengan daerah lain di seluruh Indonesia. Beliau juga mohon doa restu kepada audien dan kita semua mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Gamelan / Seni Karawitan sebagai warisan budaya dunia, dan saat ini sedang proses pungkasnya.

Setelah sambutan selesai, gelar seni dan budaya di mulai dengan penampilan Seni Karawitan Wijaya Kusuma, selanjutnya  Panembromo dari Paguyuban Kusumo Laras dilanjutkan Tari tarian Ibu – Ibu dari Langen Kusumo.  Penampil ke 4 yaitu Silvi dan Nadilla dari Sanggar Sedulur Nyeni. dan sebagai penampil tari terakhir adalah tari Montro dari RT 03 Perum Gunung Sempu.

Sambil menikmati hidangan yang telah di sediakan  audien warga perumahan Gunung Sempu  dan sekitar menikmati indahnya penampilan Seni Karawitan Wijaya Kusuma hingga akhir acara walaupun di iringi dengan rintik- rintik gerimis. Semoga Seni Budaya Adiluhung Warisan Nenek Moyang Kita bisa tetap lestari sepanjang jaman.Sukoco/ sedulurnyeni


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan