NDALEM DJAYADININGRAT YANG TERLUPAKAN

 Budaya

SEDULURNYENI.COM Jogja (9/11/2019) siapa yang tidak mengenal kota Yogyakarta. Kota yang di kenal sangat istimewa dan masih mempertahankan kebudayaan dari dulu hingga sekarang. Kebudayaan yang masih terjaga adalah situs candi, tarian klasik gaya Yogyakarta, sosial masyarakat sendiri, tempat bersejarah dan lain-lain. Semua kebudayaan yang ada di yogyakarta masih terjaga dengan baik hingga sekarang. Salah satu yang terlihat di yogyakrta adalah adanya kesultanan. Yogyakarta memiliki kesultanan mulai dari I hingga IX dan nama pemberian kepada sultan sendiri adalah  Sri Sultan Hamengku Buwono yang arti adalah raja yang di utuskan dari bumi. Tidak hanya itu saja setiap ke setiap penjabatan sultan memiliki daerah peninggalannya. Salah satu peninggalan adalah ndalem djayadiningrat dari Sri Sultan Hamengku Bowono VII. Pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono VII memiliki 55 istri dan anak-anaknya diberikan tempat tinggal. Ndalam djayadingrat ini di buat pada tahun 1860 dan mulai tidak berfungsi lagi 25 tahun yang lalu. Setelah itu, di tahun 2018 ndalam djayadiningrat diaktifkan kembali. luas area ndalam djayadiningrat ini 4950m2

Ndalem djayadiningrat sebagai sosok sejarah yang tidak diketahui oleh masyarakat lokal. Situs sejarah yang puluhan tahun dan terletak di tengah kota dan sekitar pemukinan tidak pernah di eksplorasi bagi masyarakat dan seniman lokal, lokasi ini berada di jalan dagen.Sejarah jalan dagen ini awalnya dari kata undagi yang artinya perkayuan atau mebel. Pada zaman kesultanan Sri Sultan Hamengku Buwono VII lokasi ini adalah salah satu industri kayu.

Rully Permana salah satu pengelola ndalam djayadiningrat bertujuan  untuk menjaga dan memberikan ruang eksplorasi berkarya bagi seniman-seniman lokal maupun darii luar. Para seniman dipersilahkan untuk memakai tempat ini sekreasi mereka seluas-luasnya dan kita hanya menyediakan tempat ungkap om rully. Respon masyarakat di sekitarnya dari awal sangat sulit tapi setahun ini masyarakat di sekitar ndalam djayadiningrat menerima. Om rully juga mengatakan kita melalkukan ini semuanya hanya dengan seni dan budaya yang harus dilestarikan dan kebudayaan bagi saya pembentukan ibadah dan karya. Tahun 2018 om rully mewujudkan membuat sebuah event gelar budaya djayadiningrat dan tanggal 22 desember 2018 pembentukan payuguban ndalam djayadiningrat. Kegiatan paling rutin yang dilakukan adalah latihan menari bagi anak-anak di sekitar ndalam djayadiningrat. Selain itu juga ndalem djayadiningrat melakukan sebuah pameran seni rupa berbagai seniman lukis di jogja. (H.Soleh)


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan