DOA PASBUJA KAWI UNTUK TUKANG NGLAYAP

 Budaya


SEDULURNYENI.COM – Group WA Pasbuja Kawi dikejutkan informasi , salah satu anggota nya ada yang sakit. Rabu 01 April 2020 Pak Budi Sarjono (Bud Sar) yang sering memancing tawa peserta seminar/workshop saat menjadi nara sumber. Dengan Gaya bicara yang khas seperti ketus. Namun mudah dipahami saat menyampaikan pesan maupun berbagi ilmu kepenulisan.

Beliau seorang sastrawaan yang telah lama bergulat dibidang kepenulisan. Tak pernah owel membagi-bagikan ilmunya. Banyak buku dan tulisan hasil karyanya yang telah diterbitkan berbagai Percetakan maupun media masa. Diantaranya buku-buku kerohanian yang diterbitkan oleh Penerbit Kanisius.

Ketika menikmati novel karya Bapak Bud Sar sering pembaca hanyut terbawa dalam cerita.
Di Kalangan Bapak Ibu Guru Wilayah Sleman nama beliau tak asing lagi. Pelatihan maupun workshop yang Pasbuja Kawi adakan sangat membantu guru-guru dalam membuat artikael, karya ilmiah maupun buku.

Pria kelahiran Yogyakarta pada 06 September 1953 yang suka Kelayapan istilah beliau bila mencari data untuk bahan tulisannya kini terpaksa harus istirahat sementara di Rumah Sakit panti Rapih Yogyakarta. Hari Rabu 01 April 2020 ada gangguan dijantungnya dan telah ditangani di Rumah Sakit Panti Rapih.

Seusai pasang ring beliau berhasil melalui masa kritis, dan saat ini masih masa pemulihan meski masih harus dirawat di ruang ICU.
Para rekan dan sahabatnya harus menekan keinginan untuk menjenguk Beliau. Dikarenakan aturan pihak Rumah Sakit yang memang tidak mengijinkan pasien untuk dikunjungi, kecuali oleh keluarga itupun maksimal dua orang. Untuk meminimalisir akibat yang ditimbulkan, mengingat bencana Covid 19 yang sedang melanda dimana-mana.

Doapun mengalir dari para sahabat dan murid. Melalui Face Book maupun Whats App di Group Pasbuja Kawi untuk kesembuhan Beliau. Ada juga doa yang dikirim Cak Nun Dengan nama Allah aku meruqyahmu. Semoga Allah menyembuhkanmu dari semua penyakit yang ada padamu. Hilangkanlah keburukan, wahai Tuhannya manuasia, sembuhkanlah. Engkau Penyembuh. Tdak ada penyembuh kecuali Engkau.Sekarang P Bud Sar sudah makin membaik namun harus meninggalkan hobinya makan tengkleng untuk kesehatannya, beliau dirawat oleh dr Suharnadi.

Ucapan terima kasih diungkapkan Mbak Alis, Putri Bapak Bud Sar, lewat W A Mbak Maria Widi pada Sahabat dan rekan bapaknya, hingga berkat dukungan doa mereka kondisi makin membaik. Selama ini Pasbuja Kawi sering mengadakan workshop/seminar yang tidak memperhitungkan keuntungan. Kalaupun harus membayar itu untuk memfasilitasi peserta itu sendiri.

Para senior di Pasbuja Kawi selain Bapak Bud Sar juga ada Bapak Purwadmadi, Bapak R. Toto Sugiharta, Bapak Sutopo, Bapak Achiyadi, Mbak Maria Widi, Bu Ngatilah, Bu Eny, Bu Marciana Sarwi, Bapak Wasrisman, Mbak Sandra, Bapak Mulyantara, Ibu Yustina, dan masih banyak lagi.
Bapak Bud Sar tidak pernah owel dalam berbagi ilmu. Semoga ini menjadi pendongkrak semangat bagi para penulis pemula untuk tidak takut berkarya. Semangat Bapak Bud Sar Pasbuja Kawi selalu rindu guyonan Bapak dan terus menanti oleh-oleh Klayapannya” (Yayuk W).


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan