Banyak Bintang di Bina Siwi

 Budaya

Gambar.1. Anak-anak Bina Siwi menempati alat musik yang akan dimainkan. Dok. Deo

SEDULURNYENI.COM -Sabtu, 7 Desember 2019 – Bintang, kata tersebut pantas disematkan bagi mereka yang tumbuh di Panti Asuhan Bina Siwi. Hidup dengan penuh keterbatasan secara fisik dan mental, tidak membuat diantara mereka penuh keluh kesah selayaknya seorang manusia yang telah lahir dengan sempurna tanpa kekurangan satu pun yang tidak pernah puas akan ikatan duniawi. Panti Asuhan Bina Siwi ini terletak cukup jauh dari Kota Yogyakarta, yaitu di area Komplek Balai Desa Sendangsari, Jetis, Kabupaten  Bantul, Yogyakarta. Keberadaan Panti Asuhan Bina Siwi ini pada dasarnya tidak menyulitkan untuk diakses, dan barang siapa yang akan atau ingin berkunjung juga dengan mudah mengakses jalan tersebut. Bangunan tua dengan dihadapkan satu buah aula terbuka menjadi ruang untuk anak-anak yang tumbuh dan berkembang di panti asuhan tersebut dapat belajar, menimba ilmu, menghasilkan karya, memperlihatkan kemampuan, dan mengasah potensi diri yang menjadi kelebihan dari mereka yang secara fisik dan mental dapat dikatakan kurang. Bakat mereka sungguh beragam, mereka layak dikatakan bintang. Keanekaragaman kemampuan dan talenta yang dimiliki tiap individunya berhasil melelehkan hati serta perasaan seseorang yang menemuinya, termasuk komunitas 30 aku berbagi yang bertepatan sedang berulang tahun yang ke 4 dilaksanakan di Panti Asuhan Bina Siwi tersebut. Suasana penuh suka cita dapat berbagi antar sesamanya, ditambah lagi dengan berbagai suguhan menarik dari bakat anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut ditampilkan dengan baik, menggembirakan, dan penuh percaya diri. Beberapa lagu yang disajikan salah satunya seperti jaranan, lagu daerah lainnya, dan sempatnya memberikan kejutan lagu ulang tahun untuk komunitas 30 aku berbagi. Secara spontan, mereka mampu mengikuti dan memainkan musiknya. Tampilan yang harmonis, meskipun pada awalnya di Panti Asuhan Bina Siwi tersebut mendatangkam pelatih atau tutor, dan kini latihan mandiri, tetapi dirasa suatu hal yang menakjubkan, latihan yang sifatnya mandiri tersebut dinyata bisa di tampilkan dengan sangat baik.

Gambar.2. Aula terbuka tampak depan, tempat berlatih berkesenian di Bina Siwi.Dok. Deo

Beberapa obrolan dalam pertemuan hari Sabtu tersebut, salah satunya dengan perencanaan para pengurus Panti Asuhan Bina Siwi yang disarankan untuk membuat surat agar dapat dibantu oleh berbagai program pemerintah yang di dalamnya berunjuk pada pengelolaan kesenian. Salah satunya dengan mengirim surat pada LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) sebuah institusi ataupun pemerintahan. “Harapannya semoga dengan adanya perencanaan tersebut dan dapat terealisasikan dengan baik, mampu mendatangkan tutor atau pelatih kembali secara gratis dan mampu membantu para bintang di Panti Asuhan Bina Siwi untuk mengasah kemampuam, terus berlatih, dan mengikuti proses” ungkap ketua pengurus Panti Asuhan Bina Siwi.Deo/sedulurnyeni

 

o


Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan